Sita 9.700 Liter Miras Ilegal, TNI AD Justru Diputus Hakim Melanggar HAM

 Ironis, tatkala Kodam (komando daerah militer) berupaya membantu menegakkan aturan, menyelamatkan kepentingan dan masa depan orang banyak dari kejahatan peredaran miras ilegal, yang ada justru sebaliknya malah digugat.

Demikianlah gumam Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyesalkan keputusan hakim Tunggal Pengadilan Negeri Klas I-A Jayapura yang mengabulkan gugatan PT Sumber Makmur Jayapura (SMJP).


Diketahui sebelumnya, Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVII/ Cenderawasih TNI AD dan Satpol PP Provinsi Jayapura digugat lantaran menahan dua kontainer berisi 1.200 kardus atau 9.700 liter minuman keras (miras) berbagai jenis milik PT SMJP di Pelabuhan Jayapura.


“Dari putusan sidang maka dapat menggambarkan Pomdam dianggap melanggar HAM dan pengadilan lebih memilih menghukum pihak yang melakukan pelanggaran HAM terhadap satu orang, yang mana orang tersebut telah dan berpotensi melakukan pelanggaran HAM bahkan merusak moral dan kehidupan terhadap ratusan bahkan ribuan orang,” terangnya.


“Kita semua harus sungguh-sungguh untuk memberantas peredaran miras dan menegakkan Perda dan pakta integritas, jika tidak maka niscaya hal-hal seperti ini akan dijadikan pembenaran peredaran produk ilegal yang membahayakan masyarakat,” jelas Aidi.


“Jika seperti ini, barang ilegal yang di depan mata tidak perlu lagi diendus, diintai, di-sweeping dan lain sebagainya. Atau apakah aparat yang berwewenang hanya membiarkan barang tersebut beredar bebas ke masyarakat?” pungkasnya dikutip Kumparan.


(Sumber: inspiradata.com)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sita 9.700 Liter Miras Ilegal, TNI AD Justru Diputus Hakim Melanggar HAM"

Post a Comment