Demi Nilai "A".Mahasiswi ini Layani Nafsu Dosen Sampai Berulang Kali

 Seorang oknum dosen di Surabaya ini bukannya menjadi teladan, malah berbuat tak senonoh kepada mahasiswinya. Dengan mengiming-imingi nilai A, dosen bernama I Putu Eka Swastika berulang kali menggagahi mahasiswi setelah diajak jalan-jalan.



Kasusnya kini bergulir di pengadilan. I Putu Eka Swastika alias Eka kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Di persidangan terlihat terdakwa tidak didampingi penasihat hukumnya.


Eka pun didakwa dengan dakwaan alternatif. Yakni dakwaan pertama, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 29 Undang-Undang RI No.44 tahun 2008 tentang Pornografi.


Diketahui, terjeratnya terdakwa Eka dalam perkara ini berawal saat saksi korban inisial M kuliah di kampus tersebut. Saksi korban kenal tahun 2015 dengan terdakwa, yang menjadi dosen di kampus itu.


Pada satu hari terdakwa mengajak jalan saksi korban ke Tegalalang, Gianyar. Awalnya terdakwa menyatakan teman-temannya akan ikut jalan-jalan. Namun teman-temannya tidak kunjung datang. Akhirnya terdakwa dan saksi korban jalan berdua.


Setelah ganti baju, terdakwa merayu saksi korban melakukan hubungan badan. Terdakwa mulai menjalankan aksinya, namun saksi korban berhasil menolak.


Setelah itu terdakwa dan saksi korban jalan seperti biasa, seolah tidak ada yang aneh dalam diri terdakwa. Saksi korban pun berteman seperti biasa dan jalan-jalan lagi. Kedua kalinya terdakwa kembali mengajak saksi korban ke rumahnya.


Mendengar alasan itu, saksi korban berfikiran, jika tidak mau berhubungan badan, nilainya akan dirusak di kampus. Lantaran terdakwa berpengaruh di kampus, saksi korban akhirnya bersedia berhubungan badan.


Tak hanya sekali, saksi korban diajak berhubungan badan sebanyak tiga kali dengan paksaan yang sama. Saat berhubungan badan, saksi korban mengetahui terdakwa telah membuat foto telanjang dirinya.


Terdakwa kembali mengajak saksi korban berhubungan badan, dan ditolak. Terhadap ajakan terdakwa itu, saksi korban menghindar dan pulang ke rumahnya.


Tiba di rumah, saksi korban melihat handphonenya ada kiriman chat berupa ancaman. Chatnya, meminta saksi korban bersedia berhubungan badan dengan terdakwa.


Jika tidak bersedia, terdakwa mengancam akan mengirim foto serta video saksi korban itu ke orang-orang terdekatnya. Terdakwa juga mengirim chat agar saksi korban datang ke rumahnya. Tapi saksi korban menolak.


Dengan adanya kirim chat, foto dan video dari terdakwa, saksi korban segera menyimpannya dan menscreenshot. Screenshot ini kemudian menjadi bukti di pengadilan


(Sumber: tribunnews.com)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Demi Nilai "A".Mahasiswi ini Layani Nafsu Dosen Sampai Berulang Kali"

Post a Comment